Apa itu Opportunity Cost? Dan Apa Saja Contohnya?

Apa itu Opportunity Cost Dan Apa Saja Contohnya

Hampir setiap hari, ada pilihan yang harus kita buat. Mulai dari hal-hal kecil seperti akan makan apa untuk nanti siang. Hingga hal-hal yang jauh lebih besar seperti memilih sekolah atau kampus untuk anak-anak kita. Dimana setiap pilihan tersebut akan memberikan keuntungan sekaligus kerugian dalam waktu yang bersamaan. Hal inilah yang kemudian dikenal dengan istilah opportunity cost atau biaya peluang.

Contoh opportunity cost dalam kehidupan sehari-hari

Saat memilih kampus untuk anak-anak kita, misalnya. Bisa jadi, kita dhadapkan pada 2 pilihan, yakni kampus A dengan biaya masuk dan uang semester yang cukup mahal, namun dengan akreditasi yang sangat baik. Atau kampus B dengan biaya masuk dan uang semester yang jauh lebih terjangkau, namun dengan akreditasi yang jauh lebih rendah. Saat kita memilihkan mereka kampus A misalnya, artinya ada kerugian yang harus kita tanggung berupa biaya pendidikan yang jauh mahal selama 3 hingga 4 tahun kedepan. Namun mengingat akreditasinya yang jauh lebih baik, seharusnya anak akan jauh lebih mudah untuk berkompetisi di dunia kerja. See! ada kerugian yang harus kita tanggung untuk memeperoleh keuntungan yang jauh lebih besar dimasa yang akan datang.

Contoh lain, ada 2 orang pegawai yang bekerja diperusahaan yang sama selepas mereka lulus dari bangku SMA. Yang satu memutuskan untuk resign karena hendak meneruskan study-nya ke jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan yang lain, sudah cukup puas dengan pekerjaannya saat ini dan tidak ingin mengikuti jejak temannya. Dalam contoh tersebut, pegawai yang memutuskan untuk resign harus kehilangan sumber pemasukannya selama beberapa waktu kedepan. Ia bahkan mungkin harus mempergunakan sisa tabungannya untuk membayar biaya semesteran. Namun ketika lulus nanti, ada gelar yang akan ia dapatkan. Dan ada kesempatan kerja yang jauh lebih luas daripada sebelumnya.

Itulah kira-kira, 2 contoh sederhana dari opportunity cost dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh opportunity cost dalam dunia bisnis

Dalam dunia bisnis, opportunity cost seringkali didefinisikan sebagai nilai kerugian yang harus kita alami, sebagai akibat dari keputusan yang kita ambil. Namun kerugian disini, umumnya sengaja diambil untuk memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar. Betul, tak ada satupun diantara kita yang mampu mempredisksi dengan tepat setiap keuntungan yang akan kita peroleh dimasa depan. Namun setiap kita dapat mempelajari data historis yang telah tersedia, untuk memperoleh gambaran yang jauh lebih baik.

Dalam kasus Giant misalnya, betul HERO sengaja mematikan salah satu lini bisnisnya ini dengan menutup seluruh gerai Giant diseluruh Indonesia. Namun disaat yang sama, mereka juga membuka gerai baru untuk lini bisnisnya yang lain, yakni IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Hal ini karena potensi pertumbuhannya yang dinilai jauh lebih baik daripada Giant. See! ketika perilaku belanja konsumen mulai berubah, maka mau tidak mau para pemilik bisnislah yang harus ikut beradaptasi.

Contoh lain adalah Alfamart dan Indomaret. Dulu kita mungkin sempat berpikir. Untuk apa mereka membuka gerai di perkampungan warga dan lokasi-lokasi yang masih sangat sepi. Namun hari ini, kita sama-sama tahu bagaimana pertumbuhan kedua bisnis franchise ini. Serta bagaimana siapnya mereka menghadapi persaingan digital dengan berbagai layanan PPOB dan beragam opsi pembayaran seperti GoPay dan Dana. Bahkan untuk mereka yang malas keluar rumah, tersedia layanan antar barang sampai kerumah.

So, dari sini kita tahu bahwa akan selalu ada opportunity cost yang harus kita korbankan. Khususnya dalam dunia bisnis.

Advertisement

Leave a reply:

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.