Kanker prostat terjadi ketika sel-sel di kelenjar prostat tumbuh secara tidak terkendali. Namun, pada stadium awal kanker prostat seringkali tidak menunjukkan gejala yang tampak. Sehingga, keluhan seperti sering buang air kecil pada malam hari atau pancaran urine yang melemah tidak secara otomatis dapat menandakan adanya kanker prostat ditubuh. Karena pembesaran prostat jinak (BPH) pun umumnya juga menimbulkan keluhan serupa. Jadi, untuk memastikannya kamu tetap harus menjalani pemeriksaan medis.
Pada sebagian orang, kanker prostat dapat berkembang sangat lambat, sementara sebagian lainnya mengalami perkembangan yang lebih agresif dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Karena itu, penanganan kanker prostat umumnya ditentukan oleh tingkat keganasan, luas penyebaran, kondisi kesehatan, dan preferensi pasien.
Mengenal Kanker Prostat
Prostat merupakan kelenjar yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian awal uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Salah satu fungsi utamanya adalah membantu menghasilkan cairan semen atau air mani yang membawa sperma. Karena letaknya berdekatan dengan saluran kemih, gangguan pada prostat dapat berkaitan dengan perubahan pola buang air kecil.
Pada kanker prostat, pertumbuhan sel tidak lagi terkendali seperti pada jaringan sehat. Namun, istilah “kanker” sendiri belum cukup untuk menggambarkan seberapa cepat penyakit akan berkembang atau terapi apa yang dibutuhkan. Dokter perlu menilai karakteristik tumor melalui pemeriksaan jaringan, kadar PSA, dan pemeriksaan lain sesuai kebutuhan. Karena itu, dua orang dengan penyakit pada organ yang sama amat mungkin memperoleh rekomendasi pengobatan yang berbeda.
Gejala yang Perlu Diperhatikan
Kanker prostat seringkali belum menimbulkan keluhan pada awal perkembangannya karena biasanya tumor tumbuh di bagian luar prostat dan belum menekan uretra. Ketika tumor mulai membesar atau penyakit mulai berkembang, perubahan buang air kecil dapat muncul dan menimbulkan beberapa keluhan berikut.
- Sulit mulai berkemih, harus mengejan cukup lama untuk mulai buang air kecil, atau pancaran urine terasa lebih lemah.
- Aliran urine terputus-putus dan kandung kemih terasa belum kosong setelah buang air kecil.
- Sering ingin kencing/berkemih, termasuk terbangun pada malam hari.
- Ada darah dalam urine atau air mani, yang perlu diperiksa penyebabnya.
- Kesulitan mempertahankan ereksi, terutama bila disertai perubahan kesehatan lainnya.
Pada stadium lanjut, nyeri punggung, pinggul, atau tulang serta penurunan berat badan secara tiba-tiba juga dapat terjadi. Meski demikian, kamu tetap perlu memastikannya melalui pemeriksaan medis.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab kanker prostat tidak selalu dapat diketahui, tetapi perubahan pada materi genetik sel amat berperan dalam pertumbuhan sel kanker. Penting untuk membedakan antara penyebab dari faktor risiko: sebab memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker.
Risiko kanker prostat umumnya meningkat setelah usia 50 tahun. Riwayat keluarga juga perlu diperhatikan, terutama bila ayah atau saudara laki-laki pernah terkena kanker prostat, ada kerabat yang mengalami penyakit yang sama, atau diagnosis terjadi pada usia muda.
Sebagian risiko berkaitan dengan perubahan gen yang diwariskan, termasuk pada gen BRCA1 dan BRCA2, serta sindrom Lynch. Jika di keluarga besarmu ada yang memiliki riwayat kanker prostat, payudara, ovarium, atau pankreas, sampaikan riwayat tersebut ke dokter yang menangani. Supaya dokter dapat menilai apakah kanker prostat yang kamu derita disebabkan oleh faktor genetik atau bukan.
Konseling genetik dapat dipertimbangkan bila riwayat pribadi atau keluarga mengarah pada kerentanan herediter (kondisi genetik yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena suatu penyakit tertentu). Meski begitu, tidak adanya riwayat kanker di keluarga juga bukanlah jaminan bahwa kamu pasti bebas dari risiko kanker, karena banyak kanker prostat terjadi pada orang yang justru tidak memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit tersebut.
Perbedaan Kanker Prostat dengan Pembesaran Kelenjar Prostat
Pembesaran prostat merupakan kondisi ketika kelenjar prostat pada pria membengkak hingga menekan saluran kemih (uretra). Kondisi ini berbeda dengan kanker prostat dan tidak akan serta merta berubah menjadi kanker prostat.
| Aspek | Pembesaran prostat jinak | Kanker prostat |
| Sifat penyakit | Pertumbuhan jaringan nonkanker. | Pertumbuhan sel ganas yang dapat menyebar. |
| Gejala berkemih | Dapat menyebabkan pancaran lemah, sering berkemih, atau sulit mengosongkan kandung kemih. | Sering tanpa gejala pada awalnya; keluhan berkemih dapat muncul ketika penyakit berkembang. |
| Hubungan dengan PSA | Dapat meningkatkan kadar PSA. | Juga dapat meningkatkan kadar PSA. |
| Kepastian diagnosis | Memerlukan penilaian dokter sesuai keluhan dan temuan pemeriksaan. | Umumnya dipastikan melalui pemeriksaan jaringan prostat. |
Selain pembesaran prostat, peradangan prostat atau prostatitis pun dapat meningkatkan kadar PSA sementara. Itu mengapa, karena gejala dan hasil tesnya dapat saling tumpang tindih, besar prostat, keluhan berkemih, atau satu hasil PSA saja tidak cukup untuk menentukan bahwa seseorang mengalami kanker.
Tes PSA
PSA merupakan singkatan dari prostate-specific antigen, yaitu protein yang dihasilkan oleh jaringan prostat. Tes PSA dilakukan melalui sampel darah dan dapat membantu menilai apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut atau tidak. Namun, PSA bukanlah tes yang secara langsung dapat memastikan adanya kanker prostat.
Sebab seperti yang telah kita bahas diatas, selain karena adanya kanker, kadar PSA juga dapat meningkat akibat adanya pembesaran prostat, infeksi, atau peradangan. Aktivitas tertentu, termasuk ejakulasi dan olahraga berat, juga dapat memengaruhi hasil tes PSA sehingga kamu perlu mengikuti anjuran dari dokter sebelum melakukan tes. Selain itu, obat-obatan seperti finasteride atau dutasteride juga dapat menurunkan kadar PSA. Maka agar hasil test tersebut dapat ditafsirkan dengan tepat kamu perlu secara rinci memberitahu dokter obat-obatan apa saja yang tengah kamu minum atau aktivitas apa saja yang kamu lakukan.
Hasil PSA yang meningkat dapat mendorong dokter melakukan pemeriksaan ulang, mempertimbangkan pencitraan, atau menyarankan biopsi berdasarkan keseluruhan penilaian. Namun, kadar yang rendah juga tidak serta merta menyingkirkan kemungkinan kanker.
Tes PSA juga biasanya digunakan pada pasien yang sudah didiagnosis kanker untuk membantu memantau respons pengobatan dan perkembangan penyakit. Tujuan pemeriksaan tersebut berbeda dari skrining pada orang tanpa gejala.
Kapan Seseorang Harus Melakukan Skrining?
Skrining merupakan tes awal untuk mencari kanker pada orang yang belum memiliki gejala. Dan tentu, ini bukanlah hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang. Atau bisa dibilang pemeriksaan ini sepenuhnya merupakan pilihan pribadi yang dibuat oleh pasien. Namun jika ditanya, kapan waktu yang sekiranya paling tepat untuk melakukan skrining? American Cancer Society menyarankan demikian.
- Usia 50 tahun: Untuk pria dengan tanpa risiko genetik (tidak ada riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker prostat atau jenis kanker lain) dan dalam kondisi tubuh yang sehat.
- Usia 45 tahun: Untuk pria berisiko tinggi (misalnya punya ayah atau saudara laki-laki yang terkena kanker prostat sebelum usia 65 tahun).
- Usia 40 tahun: Untuk pria berisiko sangat tinggi (yang memiliki lebih dari satu anggota keluarga dekat yang kena kanker prostat di usia muda, atau punya mutasi genetik tertentu seperti BRCA).
Skrining dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit lebih dini, tetapi juga berpotensi menghasilkan Overdiagnosis. Apa maksudnya? Dalam pemeriksaan, dokter bisa saja menemukan jenis kanker yang pertumbuhannya sangat lambat dan sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Sehingga kamu mungkin akan diminta menjalani pengobatan yang sebenarnya tidak perlu. Namun bagi kamu yang memang sudah merasakan adanya gejala pada pola buang air kecil, kamu sangat dianjurkan untuk melakukan skrining bahkan jika usiamu masih berada dibawah 40 tahun.
Pemeriksaan untuk Memastikan Diagnosis
Diagnosis kanker prostat tidak dibuat berdasarkan satu tes saja. Dokter biasanya akan menggabungkan keluhan yang diceritakan pasien dengan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan penunjang untuk menentukan langkah selanjutnya.
Pemeriksaan colok dubur atau digital rectal examination dilakukan dengan memasukkan jari bersarung tangan dan berpelumas ke rektum untuk meraba prostat. Pemeriksaan ini membantu menemukan perubahan yang mencurigakan, tetapi bukan pengganti pemeriksaan jaringan untuk memastikan kanker.
MRI prostat dapat memperlihatkan area yang mencurigakan dan membantu menentukan kebutuhan serta sasaran biopsi. Biopsi prostat mengambil sampel jaringan menggunakan jarum agar sel dapat diperiksa di laboratorium; hasilnya juga membantu menilai tingkat keganasan. Prosedur ini memiliki risiko, termasuk perdarahan, infeksi, dan kesulitan berkemih, sehingga manfaat dan persiapannya perlu dibahas lebih dahulu.
Jika kanker telah ditemukan, sebagian pasien memerlukan pemeriksaan tambahan seperti CT Scan, MRI, PET, atau pemindaian tulang untuk menilai penyebaran. Tidak semua pasien membutuhkan semua jenis pemindaian; pemilihannya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan tingkat risiko penyakit.
Stadium dan Tingkat Keganasan
Stadium dan tingkat keganasan adalah dua konsep berbeda yang sama-sama memengaruhi keputusan pengobatan. Penentuan stadium kanker prostat umumnya mempertimbangkan luas tumor dan penyebarannya, serta kadar PSA dan hasil penilaian jaringan.
Secara sederhana, stadium digunakan untuk menilai apakah kanker masih terbatas di prostat saja, sudah meluas ke jaringan sekitar, atau justru sudah menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Penyebaran jauh ini disebut metastasis, dan organ tubuh lain yang paling mungkin diserang adalah tulang.
Sementara itu, tingkat keganasan dinilai dari penampilan sel di bawah mikroskop dan dilaporkan melalui skor Gleason serta kelompok derajat atau Grade Group. Grade Group berkisar dari 1 hingga 5; kelompok yang lebih tinggi cenderung memiliki kemungkinan tumbuh dan menyebar lebih cepat.
Kamu juga mungkin pernah mendengar istilah kelompok berisiko rendah, menengah, atau tinggi. Pengelompokan ini umumnya dilakukan dengan menggabungkan beberapa informasi, termasuk PSA, derajat kanker, luas tumor, dan temuan biopsi, untuk membantu pemilihan terapi yang tepat bagi pasien.
Pemantauan Aktif
Sebagian kanker prostat yang kecil, belum menyebar, tidak menimbulkan gejala, dan diperkirakan tumbuh lambat dapat ditangani dengan pemantauan aktif atau active surveillance. Tujuannya adalah menunda atau menghindari efek samping terapi yang belum diperlukan sambil tetap memeriksa apakah karakter kanker berubah.
Pemantauan ini dapat mencakup tes PSA secara berkala, pemeriksaan dokter, MRI, dan biopsi ulang sesuai kebutuhan. Jadwalnya disesuaikan dengan keadaan pasien, bukan ditentukan sendiri berdasarkan apakah tubuh masih terasa sehat. Jika pemeriksaan menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan, dokter akan membahas terapi dengan tujuan menyembuhkan bila masih memungkinkan.
Pemantauan aktif berbeda dari watchful waiting, yaitu pengamatan yang umumnya kurang intensif dan lebih berfokus pada perubahan gejala untuk menentukan kebutuhan penanganan. Pendekatan kedua lebih sering dipertimbangkan pada pasien berusia lanjut atau dengan masalah kesehatan serius lainnya.
Pemantauan tetap membutuhkan komitmen untuk kontrol secara berkala. Namun pendekatan ini bukanlah pilihan yang ideal, khususnya bila penyakit tumbuh dengan cepat atau berisiko menyebar keluar prostat.
Pilihan Pengobatan Kanker Prostat
Pengobatan kanker prostat dapat melibatkan satu metode atau kombinasi beberapa metode berdasarkan stadium, kelompok risiko, kesehatan umum, dan tujuan perawatan. Pemilihan terapi sebaiknya membahas manfaat sekaligus dampaknya terhadap aktivitas, fungsi berkemih, dan kehidupan seksual.
Operasi dan Radioterapi
Prostatektomi radikal merupakan operasi pengangkatan prostat dan dapat dipertimbangkan pada kanker yang masih terlokalisasi serta sebagian kondisi tertentu lainnya. Radioterapi menggunakan radiasi untuk merusak sel kanker; bentuknya dapat berupa penyinaran dari luar tubuh atau brakiterapi, yaitu penempatan sumber radiasi di dalam prostat.
Keduanya mempunyai kemungkinan efek samping, termasuk gangguan ereksi; operasi juga dapat menyebabkan kebocoran urine, sedangkan radioterapi dapat menimbulkan keluhan saluran kemih dan usus. Tidak ada satu pilihan yang otomatis paling tepat untuk semua pasien.
Terapi untuk Penyakit Lanjut
Terapi hormonal dapat menurunkan produksi testosteron atau menghambat pengaruhnya terhadap sel kanker. Pada penyakit lanjut, terapi ini dapat dikombinasikan dengan obat lain, termasuk kemoterapi, sesuai keadaan klinis. Terapi target, imunoterapi, atau radiofarmaka dapat digunakan pada pasien tertentu, tetapi kecocokannya bergantung pada karakteristik kanker dan hasil pemeriksaan yang relevan.
Kanker yang sudah menyebar seringkali lebih sulit untuk disembuhkan, meski begitu terapi masih dapat membantu memperlambat penyakit, mengurangi gejala, dan memperpanjang harapan hidup.
Mencegah Kanker Prostat
Hingga saat ini, belum ada satupun cara yang 100% dapat menjamin kita terhindar dari kanker prostat. Meskipun menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi bermanfaat bagi tubuh secara keseluruhan, gaya hidup sehat tetap tidak dapat menghapus faktor risiko bawaan seperti usia dan riwayat keluarga.
Mengonsumsi aneka buah, sayuran, biji-bijian utuh, serta sumber protein seimbang sangat dianjurkan. Namun, perlu dicatat bahwa tidak ada jenis makanan tunggal yang terbukti ampuh mencegah kanker prostat.
Begitupun dengan penggunaan suplemen. Studi klinis The Selenium and Vitamin E Cancer Prevention Trial (SELECT [NCT00006392]) menunjukkan bahwa suplementasi selenium tidak memberikan efek pencegahan. Bahkan, konsumsi suplemen vitamin E secara tunggal justru ditemukan meningkatkan risiko kanker prostat jika dibandingkan dengan kelompok plasebo. Kendati demikian, temuan ini khusus menyangkut suplemen dalam penelitian tersebut dan bukan alasan untuk membatasi makanan yang mengandung vitamin E alami.
Bagi penderita yang telah terdiagnosis, hindari mengganti pengobatan medis dengan herbal atau terapi alternatif. Selalu konsultasikan seluruh vitamin, jamu, atau suplemen yang sedang dikonsumsi kepada dokter agar tidak mengganggu efektivitas dan keamanan tindakan medis yang direncanakan.
Tanda Darurat dan Pendampingan
Tidak dapat buang air kecil secara tiba-tiba, terutama disertai nyeri atau rasa penuh di perut bawah, membutuhkan pertolongan segera. Retensi urine akut merupakan keadaan darurat, meskipun penyebabnya tidak selalu kanker.
Pada orang dengan kanker prostat, nyeri punggung yang baru muncul atau semakin berat, terutama bersama kelemahan tungkai, kebas, kesulitan berjalan, atau gangguan mengendalikan urine dan tinja perlu dinilai segera karena dapat menandakan penekanan sumsum tulang belakang. Jika gejala tersebut muncul, segera hubungi tim medis atau pergi ke IGD; jangan menunggu hingga kunjungan kontrol berikutnya.
Selain penanganan medis utama, perawatan kanker prostat juga berfokus pada kualitas hidup dan perencanaan jangka panjang pasien. Tindakan seperti operasi prostat suka tidak suka akan memengaruhi fungsi ereksi, ejakulasi, serta kesuburan (kemampuan memiliki anak secara alami) pasien. Oleh karena itu, bagi pasien yang masih merencanakan untuk memiliki anak, hal ini mungkin perlu didiskusikan bersama dengan tim dokter sebelum prosedur terapi dimulai.
Di samping itu, perawatan paliatif berperan penting dalam membantu mengendalikan gejala serta menjaga kenyamanan hidup pasien secara menyeluruh. Setelah menyelesaikan rangkaian terapi, pasien tetap diwajibkan menjalani pemeriksaan berkala secara rutin. Kontrol ini dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan, mengelola efek samping, dan memantau kadar PSA sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan oleh dokter.
Pertanyaan Umum Seputar Kanker Prostat
Apakah kanker prostat bisa sembuh?
Peluang kesembuhan kanker prostat sejatinya sangat tinggi jika berhasil dideteksi sejak dini. Namun, tingkat keberhasilan terapi tetap bergantung pada karakteristik sel kanker dan tingkat penyebarannya. Pada stadium lanjut, fokus penanganan umumnya beralih untuk mengontrol pertumbuhan kanker, meredakan gejala, serta meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien.
Apakah kadar PSA tinggi sudah pasti menandakan kanker?
Tidak selalu. Peningkatan kadar PSA dapat dipicu oleh pembesaran prostat jinak, peradangan, infeksi, maupun faktor medis lainnya. Dokter akan menganalisis hasil tes tersebut secara menyeluruh dan menentukan langkah lanjutan yang diperlukan, seperti evaluasi ulang, pemeriksaan MRI, atau biopsi.
Apakah pembesaran prostat pasti berujung pada kanker?
Tidak. Pembesaran Prostat Jinak (Benign Prostatic Hyperplasia/BPH) adalah kondisi non-kanker dan tidak akan berkembang menjadi kanker. Kendati demikian, kedua kondisi ini dapat terjadi secara bersamaan pada seorang pasien. Oleh karena itu, jika kamu mengalami perubahan atau pemburukan gejala, pemeriksaan medis tetap penting dilakukan agar penanganan yang tepat dapat dilakukan.
Jika tidak ada gejala, apakah berarti posisi saya aman?
Belum tentu. Kanker prostat pada stadium awal sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun. Jika kamu memiliki riwayat kanker dalam keluarga atau faktor risiko lainnya, kamu amat disarankan untuk berkonsultasi mengenai skrining kesehatan sejak dini meskipun tubuh masih terasa sangat sehat.






Leave a Comment